Iman dan Persoalannya (1/2)

Iman adalah asas penting, yang menjadi landasan tempat berdirinya peribadi mukmin. Kalau
manusia diibaratkan seperti sebatang pokok, maka iman adalah akar tunjang untuk pokok itu.
Kalau manusia diibaratkan seperti sebuah rumah, maka iman adalah tapak berdirinya rumah
itu.

  

Demikianlah pentingnya iman dalam usaha melahirkan seorang manusia yang sempurna dan diredhai Allah SWT. Tanpa iman, seseorang itu akan sama seperti pokok yang tidak berakar tunjang atau rumah yang tidak memiliki “foundation”. Maknanya, seseorang yang tidak memiliki iman tidak akan memiliki kekuatan untuk berhadapan dengan hidup. Dia pasti gagal.
Kalaupun ada tanda-tanda Islam melalui ibadah lahir, tetapi ibadah itu tidak akan berfungsi
apa-apa sewaktu manusia yang tidak memiliki iman berhadapan dengan persoalan-persoalan
hidup. Semakin banyak ibadah, semakin cepat gagalnya, seperti halnya semakin besar pokok
yang tidak berakar tunjang, maka semakin cepat tumbangnya atau makin besar rumah yang
didirikan di atas lumpur, makin cepat robohnya.
Datang ujian kecil pun, orang yang tidak memiliki iman sudah goyang. Apalagi ketika
berhadapan dengan ujian-ujian yang besar, hanyut dan tenggelamlah ia. Sejarah telah
membuktikan hal itu dalam berbagai bentuk. Seorang wali Allah dengan ‘karamah-karamah’
yang luar biasa, pengikut berpuluh ribu dan ibadah pun seperti ibadah nabi-nabi, tetapi di
akhir hayatnya telah kafir kerana telah berhasil ditipu oleh syaitan hanya dengan seteguk arak
dan seorang wanita.
Islam dapat tegak dan kekar dalam peribadi atau masyarakat manusia hanya kerana ada dan
kuatnya iman. Tanpa iman yang kuat, Islam hanyalah satu simbol lahiriah yang diamalkan
sebagai satu amalan tradisi dan kebiasaan semata-mata. Sebaliknya iman yang kuat akan
menghasilkan peribadi yang benar-benar kuat dan Islamic.
Islam adalah amalan lahir, Iman adalah amalan hati (batin). Kalau iman kuat, Islam pasti
kuat. Tetapi kalau Islam yang kuat belum tentu imannya kuat. Hal ini mesti diperhatikan
betul-betul. Jangan sampai kita menjadi orang yang kuat beramal saja tetapi lemah imannya,
sebaliknya jadilah orang yang kuat beriman dan kuat beramal. Allah menjanjikan keuntungan
tertentu hanya bagi orang-orang yang beriman dan beramal.
Firman Allah swt:
103:1
103:2
103:3
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu semuanya berada dalam kerugian. Kecuali orang
orang yang beriman dan beramal soleh”
[Al ‘Asr: 1-3]
Allah menyebutkan iman terlebih dahulu, sebagai syarat bahawa amalan yang diawali atau
didorong dengan iman sajalah yang akan dinilai. Rasulullah turut mengingatkan itu dengan
sabda baginda:
“Allah tidak melihat kepada rupamu dan hartamu (gambaran lahir) tetapi Dia melihat hati
kamu dan amalan kamu”
[Riwayat Muslim]
Sebanyak apapun amalan lahir seperti solat, puasa, menutup aurat, zikir, doa, sedekah,
berjuang dan berjihad tidak ada erti apa-apa di sisi Allah.
Saya tegaskan sekali lagi bahawa, orang-orang yang beriman sudah tentu akan beramal.
Tetapi orang yang beramal belum tentu benar-benar beriman. Dan orang lain yang tidak
beramal sama sekali, tentu lebih lemah imannya atau tidak memiliki iman sama sekali. Sebab
itu Allah sering mengingatkan bahawa amalan yang akan diterima-Nya hanyalah amalan dari
orang-orang yang beriman. Di antara firman-firman Allah yang menunjukkan demikian
adalah:
21:94
“Maka siapa yang mengerjakan amal soleh, sedang ia beriman, maka usahanya itu tidak
diabaikan dan sesungguhnya kami menuliskan amalan itu untuknya”
[Al Anbia : 94]
2:82
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, mereka itu penghuni Syurga, mereka
kekal di dalamnya”
[Al Baqarah : 82]
Berdasarkan ayat-ayat itu, kita hendaknya paham atau sadar tentang pentingnya iman itu
melebihi amalan-amalan yang lain. Orang yang mengaku beriman tetapi tidak mau beramal
adalah penipu. Orang yang beramal tapi tidak beriman adalah tertipu. Oleh sebab itu
sebaiknya bersiap-siap untuk memeriksa hati kita sendiri, apakah beriman atau tidak. Cara
pemeriksaan itu hendaknya sistematik dan ilmiah, bukan mengira-ngira tanpa panduan.
Iman menurut lughah (bahasa yang digunakan sehari-hari) bererti percaya. Sebab itu orang
yang beriman dikatakan orang yang percaya. Siapa yang percaya maka dia dikatakan
beriman. Tidak ada huraian tentang bagaimana cara dan syarat percaya yang dimaksud.
Yang kedua takrif (pengertian) iman menurut istilah syariat Islam adalah seperti disabdakan
oleh Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Iman adalah mengenal dengan hati, mengucapkan dengan lidah dan mengamalkan dengan
jasad (anggota lahir)” [At Tabrani]
Dengan Hadis itu kita diberitahu bahawa iman adalah keyakinan yang dibenarkan oleh hati,
diucapkan dengan mulut (lidah) dan dibuktikan dengan amalan. Ringkasnya orang yang
beriman adalah orang yang percaya, mengaku dan mengamalkannya. Tanpa ketiga syarat itu,
orang itu belum tentu dikatakan memiliki iman yang sempurna. Bila satu dari tiga faktor itu
tidak ada, maka dalam Islam orang itu akan dimasukkan ke dalam golongan lain, mungkin
fasik, munafik atau kafir.
Mari kita lihat apa yang terjadi pada orang yang tidak memenuhi ke-3 syarat iman tersebut :
1. Seseorang yang beriman dengan ucapan “Lailahaillallah” dan memiliki keyakinan, tetapi tidak beramal atau amalannya tidak sempurna sebagaimana yang dikehendaki, dimasukkan dalam golongan mukmin yang fasik atau mukmin ‘asi (durhaka). Di akhirat nanti tempat mereka adalah Neraka. Bila iman yang dimiliki itu sah, maka masih ada peluang untuknya ke Syurga, setelah disiksa dengan siksaan yang pedih.
2. Seseorang yang memiliki keyakinan tetapi tidak mau mengikrarkan “Lailahaillallah” baik beramal atau tidak, dimasukkan kedalam golongan kafir. Ada juga qaul yang memasukkan mereka dalam golongan fasik. Tapi menurut qaul yang lebih kuat, mereka termasuk golongan kafir. Bila meninggal mereka tidak boleh dikuburkan di tanah pekuburan Islam, dan di akhirat nanti akan kekal tersiksa dalam Neraka.
3. Seseorang yang mengucapkan “Lailahaillallah”, kemudian beramal dengan segala
tuntutannya (sedikit atau banyak) tetapi keyakinannya masih diliputi keragu-raguan,
digolongkan sebagai orang munafik. Ragu-ragu yang dimasukkan di sini bukan saja pada Allah, tetapi mungkin pada Rasul, malaikat, kitab, hari Kiamat atau qadha dan qadar. Apabila seseorang mengucapkan kalimat tersebut, maka ia menjadi seorang Islam. Tetapi belum bisa dikatakan beriman, walaupun ia mengerjakan solat, puasa, zakat dan haji.
Hal ini diberitahukan oleh Allah SWT melalui firman-Nya:
49:14
“Orang Arab Badwi itu berkata “Kami telah beriman,” Katakanlah (pada mereka), “Kamu
belum beriman.” Tetapi katakanlah olehmu “Kami telah tunduk (Islam),” kerana iman itu
belum masuk kedalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan
mengurangi sedikit pun (pahala amalanmu), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
[Al Hujurat : 14]
Dari ayat itu dapat diambil kesimpulan bahawa:
  1. Seseorang yang Islam belum pasti beriman, tetapi orang yang beriman sudah pasti Islam.
  2. Islam dapat diketahui melalui amalan-amalan lahir, sedangkan iman adalah amalan hati (batin).

Sila ke post “Iman Dan Persoalannya: Peringkat Iman” (2/2) untuk baca seterusnnya.

Mencari Kebahagiaan

Mencari kebahagiaan adalah fitrah murni setiap manusia. Tidak melihat apakah itu lelaki atau perempuan, tua atau muda, orang kaya atau orang miskin, orang besar atau orang kecil.
Semua menginginkan kebahagiaan. Segala tindak tanduk manusia dapat kita lihat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan itu bukan terletak pada tangan, mata, kaki, telinga, atau yang lainnya. Tetapi kebahagiaan itu terletak pada hati (jiwa). Orang yang mendapat kebahagiaan akan merasa
ketenangan hati, ketenangan jiwa dan keindahan ruh. Kalau kita lihat berbagai cara dan jalan telah ditempuh manusia untuk mendapatkan kebahagiaan. Ada yang mencari kebahagiaan melalui kekayaan, pangkat, nama, kemasyhuran atau isteri yang cantik. Tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah, benarkah semua itu dapat memuaskan hati manusia dengan
mutlak.

Kalau mencari kebahagiaan itu diusahakan dengan kebendaan, percayalah…manusia akan
gagal mencari kebahagiaan, manusia akan mencapai kekecewaan, manusia akan merasa malang setiap hari, jiwa tidak tenang, tidak tenteram sepanjang masa. Inilah yang dikatakan Neraka sementara sebelum merasakan Neraka yang hakiki dan dahsyat lagi mengerikan di Akhirat nanti.

Buktinya dapat kita lihat, orang-orang yang mencari kebahagiaan melalui:

1. Kekayaan
Setelah manusia itu mencari kekayaan, ia tidak akan dapat terhindar dari masalah-masalah yang tidak menyenangkan. Yaitu ujian-ujian. Ujian-ujian itu merupakan sunnatullah yang
sengaja Allah datangkan kepada setiap manusia. Contohnya, ia tidak dapat terhindar dari sakit yang Allah datangkan kepadanya. Jika sudah ditimpakan kesakitan maka diwaktu itu kekayaan tidak berguna lagi. Atau dalam waktu-waktu yang lain terjadi pencurian, kebakaran, diancam dan sebagainya. Kalau semua itu terjadi, walau sekaya apapun ia, tidak dapat
memberi kebahagiaan kepada manusia.

2. Pangkat
Dalam keadaan mencari kebahagiaan melalui pangkat, ia juga tidak dapat terhindar daripada dihina oleh orang yang diatasnya. Ia tidak dapat terhindar dari hasad dengki dari orang lain
yang berada di atasnya, semua orang akan benci sebab untuk mendapatkan pangkat ia selalu mengumpat orang, memfitnah, menjatuhkan orang lain agar orang memeri perhatian
kepadanya. Apabila sudah mendapatkan pangkat apakah ia dapat terhindar dari ujian-ujian yang Allah datangkan kepadanya? apakah ia dapat terhindar dari kematian anak, isteri, keluarga atau orang yang dicintai? Apakah pangkat tersebut dapat memberi kebahagiaan dan ketenangan jiwa pada seseorang?

Begitu juga kalau seseorang itu mencari kebahagiaan dengan nama kemasyhuran dan isteri cantik, ia tidak akan dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan. Orang yang mencari
kebahagiaan dengan dunia atau material semata-mata tidak akan menemui kebahagiaan selama-lamanya. Kebahagiaan yang diharapkan tetapi kecelakaan yang datang, yaitu
kesengsaraan dan penderitaan di dunia lagi. Kita lihat beberapa contoh:

Bintang film terkenal yang dipuja orang yaitu Marilyn Monroe dan Elvis Presley mati bunuh diri, sedangkan mereka pada lahiriahnya seolah-olah sudah mendapatkan kebahagiaan, mengapa terjadi demikian ?

Ada juga di kalangan mereka yang mencuba bunuh diri, tetapi dapat diselamatkan. Ada yang tidak berani bunuh diri, tetapi terlibat dengan ganja, dadah, minuman keras, dan bermacam-
macam kejahatan yang mengerikan dan merusakkan masyarakat. Ada juga yang sebelum dapat dunia, mereka berusaha sungguh-sungguh agar dapat memberi kebahagiaan, kepuasan jiwa dan ketenangan hati. Dengan itu mereka membenci dunia, mereka tinggal segala-galanya membawa diri mengikut rasa hati, kesana kemari tidak tentu arah. Ada yang membiarkan pakaiannya compang-camping, seolah-olah ingin hidup seperti rumput rampai. Malah
penyakit-penyakit beginilah yang menjadi masalah pada masyarakat sekarang ini.

Benarlah firman Allah SWT yang ertinya:

“Tidak ada hidup di dunia ini, melainkan mata benda yang menipu daya”
[Q.S. Al Hadid : 20]

Di dunia lagi sudah terasa menipu dan mengecewakan, buktinya mereka yakin pangkat, kekayaan, nama dan kemasyhuran, serta isteri cantik dapat memberikan kebahagiaan, tetapi
semua itu telah menipu mereka. Di Akhirat nanti baru dia sadar bahwa dunia ini menipunya, hingga menjadikan dia lupa perintah Allah. Kerana dunialah yang menyebabkan dia terjun ke
Neraka.

Firman Allah SWT yang ertinya:
“Rasakan azab dan siksa yang pedih.”

Kalau begitu dimanakah kebahagiaan yang hakiki, di dunia atau Akhirat? Kebahagiaan yang hakiki lagi sejati adalah setelah kita beriman kepada Allah dan Rasul serta melaksanakan apa yang diwajibkan dan meninggalkan apa yang dilarang dengan sepenuh hati dan ikhlas.

Allah berfirman yang ertinya:

“Ketahuilah bahwa dengan mengingati Allah itu hati akan tenang (jiwa akan tenang)”
[ Surah Ar-Raad : 28]

Dimana di Akhirat nanti tidak berguna lagi harta kekayaan, pangkat, pujian dari orang dan isteri yang cantik. Semua tidak akan dapat memberi manfaat lagi di hari Akhirat.

Firman Allah yang ertinya:

“Di hari itu tidak berguna lagi harta dan anak-anak, kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan membawa hati yang selamat sejahtera”
[Surah Asy-Syuaraa : 88 – 89]

– Ustaz A.M.

Riba: Apakah itu Riba? (Pengenalan Riba) – Interest

Teks ini diambil dari buku bertajuk “Riba dan Isu Kewangan Semasa” oleh Ust. Dr. Zaharuddin Abd Rahman. Saya harap dengan ini, ia boleh manfaatkan orang Islam terutama di Singapura, Malaysia & negeri berdekatan. In sha Allah.

Definasi Riba (Interest)

Riba dari sudut bahasa adalah pertambahan dan peningkatan. Manakala pengertiannya dari sudut istilah tidak dispekati dan mempunyai kepelbagaian pandangan berdasarkan kefahaman dan hujah masing-masing.

Ia menrangkumi riba yang terhasil daripada jual beli barangan ribawi dan juga merangkumi riba yang terhasil daripada hutang.


Hukuman Riba dalam Islam

Imam al-Nawawi r.a (wafat pada 676H) berkata: “ijma’ (disepakati semua sahabat dan ulama) tentang pengharaman riba dan ia termasuk dalam kategori dosa besar. Ada pendapat menyatakan riba juga diharamkan oleh semua agama, ini disebutkan oleh antaranya Imam al-Mawardi.” 54

Di sini, saya sertakan beberapa nas al-Quran dan al-Hadis yang menerangkan perlihal besarnya dosa riba yang menjadi sebab mengapa saya menumpukan masa yang lebih lagi menyelamatkan masyarakat Islam daripada terjebak dengannya.

Pemakan dan pemberi riba diperangi Allah swt dan Rasulullah saw

2:208

2:279

Wahai orang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah swt dan tinggalkanlah saki-baki riba sekiranya kamu benar-benar beriman, sekiranya kamu tidak meninggalkannya, isytiharkanlah perang dengan Allah dan Rasul-Nya.55

Surah Al-Baqarah 278-279

Ayat ini menunjukkan sesiapa yang engan dan masih berdegil untuk meninggalan “saki baki” riba dalam kehidupannya dengan sengaja, maka dia akan berada dalam posisi peperangan dengan Allah swt dan Rasulnya. Ayat ini menyebut “saki baki” menunjukkan sesiapa yang ingin benar-benar menurut Sunnah dan menjadi Mukmin sejati, dia perlu berpengetahuan tentang riba serta menjauhkan diri daripadanya secara total (keseluruhan).

Zahir pada ayat ini juga membayangkan peperangan itu juga berlaku semasa di dunia lagi. Malanglah bagi seseorang atau pemimpin yang tidak mengambil endah perlihal ini.

Ibn Abbas r.a diriwayatkan berkata:

Akan dikatakan kepada pemakan riba di hari kiamat, ‘Ambillah senjata kamu untuk berperang dengan Allah swt.

[Jami’ al-Bayan’an Takwil Ayyi al-Quran, al-Tabari, 3/68; al-Durr al-Manthur, al-Suyuti, 3/366]

Abu Hanifah r.a pula berkata: “Inilah ayat al-Quran yang paling menakutkan” (Ibid, al-Tabari, Hamisyh al-Naisaburi, 4/73)

Imam Malik bin Anas r.a pula berkata:

Telah kubuka lembaran-lembaran Kitab Allah dan Sunnah Nabi saw dan tidak kudapati (dosa) yang lebih buruk daripada riba, kerana Allah swt mengisytiharkan atau mengizinkan perang ke atas-nya.

[Al-Jami’il Ahkam al-Quran, al-Qurtubi, 3/364]

Berkata Imam Qatadah r.a: “Allah menjanjikan ahli riba dengan hukuman bunuh dan akan mendapatkannya di mana sahaja mereka berada.” (Ibid. Al-Tabari, 3/72)

Kehilangan berkat harta dan kehidupan

Allah swt berfirman:

2:276

Allah menghancurkan keberkatan kerana riba dan menambah keberkatan daripada sedekah. Dan Allah tidak suka kepada orang kafir lagi berdosa.

[Al Quran – Surah Al-Baqarah 2:276]

Kehilangan berkat itu akan berlaku di dunia dan di akhirat:

  • Di dunia
    • Bentuk-bentuk kehilangan berkat pada harta orang yang terlibat dengan riba adalah dengan mudah hilang atau habis harta tersebut daripada pemiliknya kepada pelbagai bentuk yang tidak berfaedah dan membawa kepada dosa, sehinggalah dia berasa miskin dan fakir (walaupun dia mempunyai wang yang banyak). Selain itu, harta tadi akan mendorong pemiliknya melakukan maksiat, kefasiqan, dan menghinakan diri di sisi Allah swt. Lalu, hilanglah sifat amanah, cenderung kepada rasuah, penipuan, dan tamak haloba. Dia juga ditimpa ujian seperti dirompak, dicuri, dikhianati, dan doa orang yang dizalimi daripadanya juga lebih makbul.
    • Sabda Nabi saw daripada Ibn Mas’ud ra: “Seungguhnya riba walaupun lumayan (dari sudut kuantiti) tetapi hasilnya ia akan membawa kepada sedikit dan papa.”
  • Di akhirat
    • Ibn Abbas r.a. berkata: “Tidak diterima daripada pemakan riba (yang menggunakan harta riba) sedekahnya, hajinya, jihadnya dan persaudarannya.” [Al-Jami’ li Ahkam al-Quran, al-Qurtubi, 3/362; al-Zawajir, ibid. 1/224]

Seperti berzina dengan ibu bapa sendiri

Nabi saw bersabda:
Riba mempunyai 73 pintu, riba yang paling ringan (dosanya) seperti seorang lelaki berzina dengan ibunya.
[Ibn Majah, 2/764; al-Hakim, 2/73 sahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim]
Lebih berat atau sama dengan 36 kali perzinaan

Nabi saw bersabda:

Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang lelaki dalam keadaan dia mengetahuinya lebih buruk daripada berzina sebanyak 36 kali.

[Musnad Ahmad 2/225; al-Daruqutini, hlm 295; al-Albani mengatakan sahih dalam Ghayat al-Maram gi Takhrij Hadis al-Halal wa al-Haram li al-Qaradhawi, hlm 103]

Salah satu daripada tujuh dosa besar

Ia berdasarkan hadis Nabi saw:

Jauhilah tujuh dosa besar; syirik, sihir, membunuh tanpa hak, makan harta anak yatim, makan riba, lari dari medan peperangan (kerana takut) dan menuduh perempuan yang suci dengan zina (tanpa saksi adil).

[Riwayat al-Bukhari, no 2615 dan Muslim, no. 272]

 

Download Nasyid Hijjaz – Nostalgia Lagenda Nadamurni Vol. 1-4

Assalamualaikum,

Saya telah upload album-album Hijjaz – Nostalgia Lagenda Nadamurni dari volume yang 1 hingga 4 untuk menghidupkan lagenda Nadamurni semula yang telah mengeluarkan lagu-lagu yang terbaik dan bermakna pada zaman dahulu.

Link uploadnya di bawah. Syukran!

– Muaz

Hijjaz - Nostalgia Lagenda Nada Murni

Hijjaz: Nostalgia Lagenda Nadamurni Vol. 1 | Download here

cover

Hijjaz: Nostalgia Lagenda Nadamurni Vol. 2 | Download here

Nostalgia-Legenda-Nadamurni-4-Hijjaz

Hijjaz: Nostalgia Lagenda Nadamurni Vol. 4 | Download here

Top 10 Misconceptions About Islam

10
Muslims are Arabs

China 9X

Misconception: All Muslims are Arabs

The common image of a Muslim is a turbaned dark Arab man with a long beard. However this image is part of the minority of Muslims. Arabs make only 15% of the world’s Muslim population. As a matter of fact the Middle East comes in third with East Asia coming in at first (69%) and Africa (27%) coming in at second. Another common misconception is that all Arabs are Muslims. While the vast majority of Arabs are Muslims (75%), there are many other religions that Arabs practice including Christianity and Judaism.

9

Muslims and Jesus

Lastjudgment30D

Misconception: Muslims Hate Jesus

There are many similarities between the historical references of Christianity and Islam. Many people are amazed to find out that according to Muslim belief, Jesus is one of the greatest messengers of God. One cannot be a Muslim without believing in the virgin birth and the many miracles of Jesus Christ. Jesus is also mentioned in many verses of the Quran and is often used as an example of good virtue and character. However, the main difference between Christianity and Islam is that Muslims do not believe that Jesus was God. Pictured above is Jesus in an Islamic portrayal of the last judgement.

8

Children’s Rights

Picture 1-106

Misconception: Children have no rights

Children, according to Islamic law, have various rights. One of these is the right to be properly brought up, raised, and educated. Islam encourages children to be brought up well because it is the responsibility of an adult to raise his child to become a moral and ethical adult. Children must also be treated equally. When giving financial gifts they should all be the same amount and there should be no preference among them. Children are even permitted to take moderately from their parent’s wealth to sustain themselves if the parent declines to give them proper funds for living. A child is also not allowed to get hit in the face or hit by anything larger than a pencil.

7

Religious Intolerance

Sat-B4-Chsfr-Synaxis-Monastics

Misconception: Islam is intolerable to other religions

‘Kill the infidel’ is the phrase many people believe is the ideology that Muslims have towards the non Muslims. This, though, is not a correct portrayal of Islamic law. Islam has always given respect and freedom of religion to all faiths. In the Quran it says “God does not forbid you, with regards to those who fight you not for religion nor drive you away out of your homes, from dealing kindly and justly with them, for god loves those who are just.” There are many historical examples of Muslim tolerance towards other faith. One such example was when the caliph Umar was ruler of Jerusalem from 634 to 644 AD. He granted freedom to all religious communities and said that the inhabitants of his city were safe and that their places of worship would never be taken away from them. He also set up courts that were designated to the non Muslim minorities. Whenever he would visit holy areas he would ask for the Christian patriarch Sophronius (pictured above) to accompany him.

6

Islamic Jihad

I28 17796607

Misconception: Jihad means to fight for the sake of god

The true Arabic meaning of the word jihad is struggle. However in Islam it is often used to describe the striving in the way of god. There are many forms of jihad but the most important ones are Jihad al-nafs (jihad against ones self), jihad bil-lisan (jihad by being vocal), jihad bil yad (jihad by using action), and Jihad bis saif (jihad by using the sword). Each jihad is ranked differently and it was reported that Muhammad returned from a battle and said “We have returned from the lesser jihad (going into battle) to the greater jihad (the struggle of the soul).” This means that a Muslim struggling against himself and his soul is more important than the jihad of going into war. Another misconception is that only when a person dies in war does that person becomes a martyr. This is, however, false and it is believed that anyone doing anything for the sake of god and is killed becomes a martyr. A person who dies while performing pilgrimage in Mecca, a woman who dies while giving birth, or even someone who dies in a car crash while he was on his way to the mosque are all considered martyrs.

5

Child Bride

Mo Aisha Daughter-1

Misconception: The Prophet Muhammad was a pedophile

While it is true that he married a girl that was at the age of nine that does not constitute pedophilia. Historically, the age at which a girl was considered ready to be married has been puberty. This was the case in Biblical times, and is still used today to determine the age of marriage in many parts of the world. This was part of the norm and is not something that Islam invented. The girl he got married to had reached puberty 3 years before marriage. It is upon reaching the age of puberty that a person, man or woman, becomes legally responsible for their actions under Islamic law. At this point, they are allowed to make their own decisions and are held accountable for their actions. It should also be mentioned that in Islam, it is unlawful to force someone to marry someone that they do not want to marry. There is no indication that the society at that time criticized this marriage due to the girl’s young age. On the contrary, the marriage was encouraged by the girl’s family and was welcomed by the community at large.

4

Muslim Savages

The Islamic War

Misconception: Muslims are savages and barbaric during war

Quite the contrary, when it comes to the conduct of war there are ten rules that every Muslim army must obey:

1. Do not commit treachery
2. Do not deviate from the right path
3. Do not mutilate dead bodies
4. Do not kill children
5. Do not kill women
6. Do not kill aged men
7. Do not harm or burn trees
8. Do not destroy buildings
9. Do not destroy an enemy’s flock, unless you use it for your food
10. When you pass people who have devoted their lives to monastic services leave them alone

During the crusades when Saladin defeated the franks he honored the defeated Frankish army and supplied them with food and during the third crusade when Saladin’s enemy king Richard fell sick, Saladin sent him a gift of fruits and horses.

3

Women’s Rights

Misconception: Women have no rights

The image of a woman wearing a veil from head to toe, a woman who gets unfair justice or a woman who is not allowed to drive is an all too familiar notion when it comes to women treatment in Islam. And while there are Muslim countries in the world that do implement many harsh rulings against women, this should not be portrayed as Islamic law. Many of these countries have cultural differences that go against the teachings of Islam. It should be noted that during pre-Islam Arabia women were used for fornication only and had no independence. The birth of a daughter in a family was considered humiliating and the practice of female infanticide was uncontrolled. When Islam came to being, verses in the Quran condemned the practice of female infanticide. Islam gave back many human rights to the woman and Muhammad(s) was even reported saying that “women are the twin halves of men.” A Muslim woman is allowed to reject and accept any suitor for marriage and has the right to seek divorce. There is nothing in Islam that forbids a Muslim woman from exiting her house and is allowed to drive. Also in regards to education, a woman is obligated to seek knowledge and it is considered a sin if she refuses.

2

By the Sword

Islammongolsyurts

Misconception: Islam was spread by the sword

Historian De lacey O’Leary states “History makes it clear however, that the legend of fanatical Muslims sweeping through the world and forcing Islam at the point of the sword upon conquered races is one of the most fantastically absurd myths that historians have ever repeated.” There is no record in history that shows people being forced by sword point to convert to Islam. When Islam spread through countries they would set up private churches and synagogues for the non Muslims they were governing and because of the good treatment they had received they themselves would convert. If one considers the small number of Muslims who initially spread Islam to the west all the way from Spain and Morocco and into east from India and China one would realize that such a small group of people could not force others to be members of a religion against their will. It is also interesting to note that when the Mongols invaded and conquered large portions of the Islamic empire, instead of destroying the religion they adopted it!

1

Islamic Terrorism

Itikaf-080923 03

Misconception: Muslims are terrorists

This is by far the biggest misconception of Islam, given unfairly by stereotyping and the public image that the media gives. Has anyone else noticed how when a specific group of people attack another group of people it is labeled as a ‘hate crime’, but when a Muslim opens fire on anybody it is quickly regarded as ‘terrorism’. Many political dictators and officials or extremist groups use the name of Islam as a strategy to garner followers and attention when many of their practices go against the true basis of Islam. The media has also portrayed Islam as a cult or a club where if you join you become a terrorist and that is now part of your agenda. However all over the world people practice Islam in the true form and use it as a way of life. There are many verses in the Quran that go against the idea of terrorism. Some of these verses include “fight in the way of Allah those that fight you but do not transgress limits for god does not love transgressors.” This basically means do not fight except in self defense and even in doing so do not go beyond defense. Another verse states “if they seek peace, then you seek peace,” which means do not attack people for no reason or kill innocent people. There is nowhere in Islam, whether it be in the Quran or the teachings of Muhammad, that promotes the killing of innocent people. Pictured above is a conference of Muslims against Terrorism.

Roti Ikhwan kebanggaan usahawan Muslim

JOHOR BAHRU Mungkin roti sandwic jenama Ikhwan belum dikenali seperti jenama roti lain yang sedia ada dalam pasaran.

Namun roti yang dijual dengan harga RM2.50 sebuku itu dengan berat 500 gram mampu memberi saingan sengit kerana pembeli tidak perlu ragu mengenai kesahihan status halalnya.

Ini kerana roti yang dihasilkan di sebuah kilang di Kodiang, Kedah itu merupakan keluaran syarikat Muslim iaitu Global Ikhwan Sdn. Bhd (GISB).

wj_01.1
Fadilah Ahmad menunjukkan roti keluaran Ikhwan pada Karnival Ekonomi Islam 2008 di Plaza Larkin, Johor Bahru, baru-baru ini. – Gambar RAJA JAAFAR ALI

Jenama roti Ikhwan keluaran syarikat tersebut membuktikan usahawan bumiputera dan Islam mampu menghasilkan produk makanan halal berkualiti.

Ketika Karnival Ekonomi Islam 2008 anjuran Global Ikhwan Sdn. Bhd., yang diadakan di Plaza Larkin, Johor Bahru baru-baru ini, ramai pengunjung yang membeli roti tersebut.

Seorang wakil GISB, Fadilah Ahmad, 48, yang bertanggungjawab menjaga gerai roti Ikhwan berkata, sejak karnival berlangsung ramai pengunjung yang datang membeli roti tersebut.

“Alhamdulillah, ramai yang membeli roti ini. Mungkin sebelum ini mereka tidak tahu bahawa jenama Ikhwan ada.

“Seorang pakar dalam bidang bakeri pernah makan roti Ikhwan dan dia kata roti ini amat berkualiti sekali. Malah, roti ini boleh tahan sampai lima hari,” katanya ketika ditemui di sini, baru-baru ini.

Fadilah berkata, setakat ini roti Ikhwan belum dijual secara terbuka. Sebaliknya, ia hanya dijual di rangkaian pasar raya milik GISB di seluruh negara.

Walaupun belum ada promosi dalam media cetak atau papan iklan, namun roti Ikhwan yang diperkenalkan menerusi Internet itu semakin mendapat tempat di hati orang ramai.

Malah, katanya, roti-roti yang hanya dihasilkan di kilang di Kedah itu mula mendapat permintaan ramai kerana kesegaran dan keenakannya.

Di Johor sahaja, terdapat dua cawangan kedai milik GISB yang menjual pelbagai produk keluaran syarikat tersebut iaitu di Tampoi Utama dan Kluang.

Fadilah berkata, selain mengeluarkan roti sandwic, GISB juga menghasilkan sos, kicap, air mineral dan air berkarbonat.

Menurutnya, sebagai pengusaha makanan halal, GISB sentiasa berusaha menghasilkan produk terbaru berdasarkan permintaan ramai.

Air berkarbonat Ikhwan mempunyai enam perisa iaitu strawberi, pisang, kola, sarsi, epal dan soda.

“Air berkarbonat keluaran GISB diproses serta dikilangkan di Kilang Air Minuman Ikhwan di Pengkalan Chepa, Kelantan, berbeza daripada air berkarbonat yang sedia ada.

“Keluaran GISB tidak mengandungi ibu gula yang dikatakan tidak sesuai untuk kesihatan badan,” katanya.

Selain, itu GISB juga sedang berusaha untuk mengeluarkan mi kuning dan bihun yang merupakan antara makanan kegemaran orang Melayu di sebuah kilangnya di Merbok, Kedah.

Fadilah berkata, memang matlamat GISB untuk menjadi pengeluar produk halal yang ternama di Malaysia dan luar negara dan untuk mencapai sasaran itu, pihaknya mempromosi produk keluaran mereka di beberapa siri karnival ekonomi Islam di beberapa negeri seperti Johor dan Selangor.

Doa Jihad

Amalkan lah Doa Jihad ini. Doa untuk umat Islam kita. Siapakah patut kita meminta tolong? Doalah untuk ummah Muhammad.

Majalah Amal, 1992.

429349_520705077957901_1720294134_n

Rumi: 

Allahuma antasalam wa mingkassalam tabaraktarabbana wata’alai tayazal-jalaliwalikram

Sami’na wa tho’ana ghufranaka rabbana wa ilaikalmasir.

Allahuma-nsurjuyus shal muslimin wa asa’ kiral muwahiddin

Wa ahlikil kafarataw wa-ra fidhotaw wal mubtadi’ataw wal mushrikin

Wa-dammir a’daa aka a’da’adin

Wansurna ’alaihim ya rabbal a’lamin

Allahum-mashati shamlahum wamaziq jama’hum

Wa qalil adadahum wa zalzil aqdaa mahum

Wa anzila’azaban aliman a’laihim birahmatika ya arhamarohimin

Rabbana ya rabbana, rabbana fansur na a’lal qaumilkafirin

Rabbanagh firlana zunubana watawaffana muslimin

Wa-sallalahu ala saidina wa maulana Muhammad

Wa-ala alihi wasahbihi ajma’in

Subhana-rabbikkarabbi izzatil a’mal yasifun

Wasalamu’alaihi mursalin nawal hamdulillahirabbil a’lamin

Koleksi Nasyid Melayu (Download)

Nasyid Melayu mula berkembang pada tahun 80an dengan lagu-lagu dari kumpulan nasyid yang popular – Nadamurni, The Zikir, Rabbani, Raihan, Hijjaz  dan lain-lain.

NADAMURNI

THE ZIKR

RABBANI

RAIHAN

HIJJAZ

HIJJAZ PELITA HIDUP

NAZREY JOHANI

Sejarah Nadamurni (Asal usul Rabbani, Raihan & Hijjaz)

Pada suatu petang di era 80 an, sekumpulan anak-anak muda di Kampung Sungai Penchala berkumpul di dalam sebuah gelung (saluran air). Mereka berkumpul bukannya untuk bergosip dan melepak membuang masa. Tetapi misi mereka ketika itu sangat bermakna dan menjadi pencetus kepada satu perjuangan yang kekal sehingga kini.

Mereka merakam album yang pertama di sebuah gelung saliran air! Suatu yang amat menyedihkan, ketika itu mereka hanya bernasyid dengan satu nada sahaja disebabkan ketiadaan kemudahan alat muzik dan studio rakaman. Sebelum itu, mereka hanya membuat persembahan di majlis-majlis ceramah dan ramai yang tidak menyedari kehadiran mereka.

Mereka menggelarkan diri mereka dengan nama Putera-Putera Al-Arqam

Antara lagu-lagu awal mereka ialah :

  1. Masyarakat Islam Telah Bermula
  2. Tanpa Agama
  3. Mari-Mari Kita Sejenak Mengingat
  4. Maridhallahuilla
  5. Kholidubilquran
  6. Islam Yang Telah Berkembang
  7. Di Pondok Kecil
  8. Di Sini Kami Berkumpul

Jika tidak silap saya, lagu Tanpa Agama dan Di Pondok Kecil telah dirakam semula. Evergreen sungguh lagu-lagu itu kan? Sangat hebat ilham yang Allah SWT kurniakan kepada mereka untuk mencipta lagu yang baik ketika itu. Masya-Allah..

Mereka suatu ketika dahulu (sumber : http://syukbah.blogspot.com)

Hari demi hari kemudahan mereka semakin bertambah. Mereka telah mempunyai pakaian persembahan sendiri (jubah putih dan serban putih). Selain itu, mereka juga telah mempunyai sistem audio dan studio sendiri. Persembahan mereka juga semakin kerap dipersembahkan di majlis-majlis ceramah anjuran Al-Arqam. Dan ketika inilah Arwah Ustaz Asri Ibrahim (Rabbani) membuat penampilan sulongnya dengan menjadi vokalis utama kumpulan nasyid Putera-Putera Al-Arqam Malaysia ini.

Kadang-kadang mereka juga menggunakan nama Syukbah Kebudayaan Al-Arqam dan lagu-lagu mereka menjadi siulan pemuda-pemuda Al-Arqam di seluruh dunia. Bagi pengikut Al-Arqam, inilah sahaja hiburan bagi mereka. Jadi tidak hairanlah setiap kali risalah-risalah Al-Arqam diedarkan, mereka (pemuda Al-Arqam) turut menjual kaset-kaset kumpulan nasyid ini.

Kualiti lagu-lagu mereka semakin hari semakin meningkat dengan mempelbagaikan bentuk suara seperti bass, harmoni, suara kanak-kanak dan selingan sajak oleh saudara Dinie Juri dan Pak Nora.

Antara lagu-lagu studio awal mereka ialah :

  1. Maulana
  2. Ya Robbi Salimna
  3. Sifat 20
  4. Harapanku Pada-Mu Subur Kembali
  5. Sampailah Waktu
  6. Bila Izrail

Album yang paling mendapat sambutan ialah album Kelahiran. Setiap kali mengadakan persembahan, pasti ramai yang hadir memberi sokongan dan mereka juga menjual kaset-kaset mereka di situ. Apabila sokongan semakin menggalakkan, mereka memikirkan untuk membuat pembaharuan dalam kumpulan mereka. Sejak dari itu mereka menggunakan alatan muzik, membuat studio yang lebih canggih, mempunyai kenderaan sendiri untuk memudahkan ke sana ke mari dan mencari generasi pelapis yang dapat meneruskan perjuangan nasyid ini.

Majlis hiburan Islam anjuran Al-Arqam

Persembahan NADAMURNI

Ramai pelajar-pelajar Al-Arqam yang menunjukkan minat yang mendalam untuk menjadi penasyid. Sejak dari itu, hasil daripada perbincangan yang telah dibuat di antara mereka, nama Putera-Putera Al-Arqam Malaysia ditukar dengan nama NADAMURNI.

Nadamurni: Indahnya Hidup Bersama Illahi

DI ERA NADAMURNI

Mereka sebulat suara bersetuju menggunakan nama NADAMURNI sebagai nama yang baru. Antara anggota-anggota asal kumpulan NADAMURNI ini ialah :

  1. Asri Ibrahim
  2. Isman Nadim
  3. Rahmat Shafie
  4. Asri Ubai
  5. Faizal Osman
  6. Yusuf Sabri
  7. Amin
  8. Rosman
  9. Hamzah
  10. Hashim Ngadiman

Dalam NADAMURNI, mereka telah menggunakan kompang dan alatan muzik tradisional yang lain. Bagi seluruh jemaah Al-Arqam, mereka telah mengganggap kumpulan ini sebaris dengan artis-artis yang lain dengan menyanyikan lagu dan menceritakan tentang kehebatan kumpulan ini.

Adakah yang anda kenal? Saya rasa ada..

Antara lagu-lagu mereka dalam jenama NADAMURNI ialah :

  1. Bisikan aidilfitri
  2. Munajat
  3. Potret Aidilfitri
  4. Cahaya Di Ufuk Timur
  5. Kasih Sayang
  6. Balada Makkatul Mukarramah
  7. Untukmu Rasulallah

PENUBUHAN SYARIKAT OVA PRODUCTION

Selepas lama bergerak secara ‘underground’, mereka telah menubuhkan sebuah syarikat rakaman sendiri iaitu OVA Production. Produk yang mereka hasilkan ialah video ceramah, kaset nasyid kanak-kanak, kaset nasyid muslimah dan lain-lain lagi. Pada masa yang sama OVA Production memperkenalkan artis pertama di bawah naungannya iaitu The Zikr dan anggota asalnya terdiri daripada :

  1. Nazri Johani (Sabah)
  2. Zairee
  3. Abu Bakar
  4. Soleh
  5. Azman (Sabah)

Dan mereka juga memperkenalkan kumpulan lain iaitu :

  1. Suara SMKAKL (juga dikenali dengan nama ANUGERAH)
  2. Nadamurni II (kanak-kanak)
  3. Shaoutussofwa
  4. Nada Athirah
  5. Qatrunnada (Muslimah)

Semenjak kemasukkan saudara Farihin Abd Fatah ke dalam Ova Production, banyak pembaharuan yg dapat dilihat. Beliau berkongsi idea dengan saudara Waharp Yusof, Sohibul Fadhil, Dinie Juri dan lain-lain. Mereka bekerja di dalam satu pasukan dan hasilnya Nadamurni semakin diterima oleh masyarakat terutama masyarakat kampus. Sejak itu lagu-lagu Nadamurni juga sudah mula kedengaran di dalam radio dan TV.

KEHADIRAN MUNIF DAN PEMBUBARAN NADAMURNI

Kebiasaan yang berlaku kepada sesebuah kumpulan, ahlinya pasti silih berganti. Tibalah masanya seorang lagi vokalis kedua diperkenalkan iaitu saudara Munif Ahmad (Hijjaz). Kehadiran Munif Ahmad ke dalam Nadamurni memberi kesan yang semakin mengancam. Kini, mereka tidak mempunyai masalah untuk memenuhi jemputan persembahan kerana mereka mampu mengagihkan kumpulan kepada dua kerana kehadiran dua orang vokalis utama. Hebat kan? Kehebatan kumpulan NADAMURNI ini tiada tandingan ketika itu, namun langit tidak selalu cerah. Pada tahun 1994, jemaah Al-Arqam dan Aurad Muhammadiah diharamkan oleh kerajaan dan kumpulan ini dibubarkan.

Pembubaran ini bukanlah suatu musibah kepada mereka tetapi adalah satu hikmah terhadap perjuangan mereka. Daripada penampilan berjubah dan berserban putih, kini mereka mengubah cara penampilan mereka dengan memakai kopiah yang beraneka corak dan warna. Artis-artis OVA Production juga telah berpecah untuk mewujudkan kumpulan yang baru. Lahir dengan semangat dan cara yang baru lagi memberangsangkan.

Nadamurni – Nasyid Maulana

Malam Budaya Islam
Masjid Darussalam, Singapore 1980s

Artis OVA Production berpecah kepada :

  1. RABBANI (Nadamurni)
  2. HIJJAZ (Nadamurni dan The Zikr)
  3. RAIHAN (The Zikr)
  4. NOW SEE HEART (Suara SMKAKL @ Anugerah)
  5. JAUHARI (Nada Athirah)
  6. MAWADDAH
  7. UST AWALUDDIN (bergerak secara solo)

Ada juga di antara mereka yang bergerak aktif dalam permainan alatan muzik dan back up artis :

  1. HAMZAH (Nadamurni)
  2. ROSDY (Nadamurni II)

Jauh sungguh perjalanan mereka sehingga ke hari ini. Dari tiada apa-apa sehingga menjadi kumpulan yang hebat sekarang. Benarlah kata orang, insan yang paling gembira mendapat kejayaan adalah orang yang berjaya dari usaha dan kepayahannya dahulu. Apa kata kita lihat sedikit foto-foto lama dan baru yang menggamit memori silam.

Mungkin cover album dulu-dulu

Memang foto yang nostalgia

Lagi gambar persembahan

The Zikr suatu ketika dahulu

Dari The Zikr kepada Raihan

Lagu-lagu Nadamurni dirakam kembali oleh Rabbani dan Hijjaz.

Persoalan telah terjawab dan sedia terjawab. Hijjaz, Raihan dan Rabbani berasal dari satu aliran yang sama. Asalnya mereka dari kumpulan Nadamurni dan kumpulan naungan OVA Production. Merekalah generasi pertama yang memperjuangkan nasyid di Malaysia ini, dan sehingga ke hari ini nama mereka masih disebut-sebut sebagai penasyid lagenda dan evergreen.
Insha Allah ajaran dalam nasyid-nasyid ini tidak akan mati.

Al-Fatihah kepada Allahyarham Ustaz Asri Ibrahim (Rabbani), Allahyarham Zairee (Raihan), Allahyarham Soleh (Hijjaz) yang telah kembali ke rahmatullah. Insya-Allah.. Perjuangan dakwah melalui hiburan ini menjadi jariah untuk mereka di sana. Amin.

HIBURAN WADAH DAKWAH!!

wanwma.com